Ternak Ikan Patin

Ternak Ikan Patin – Pembesaran
ikan patin di kolam khusus untuk pembesaran biasanya pembesaran patin
ini di lakukan setelah ikan tersebut di pelihara dahulu di kolam
pendederan. Namun ada pula orang yang lasung memeliharanya di kolam
pembesaran tanpa harus melalui kolam pendederan terlebih dahulu.

Ternak Ikan Patin

Ternak Ikan Patin

pemeliharaan di kolam pedederan di lakukan untuk ikan patin yang
berukuran masih sangat keicil. benih patin di jual di pasaran ada yang
masih kecil-kecil sehingga harus di dederkan dahulu akan tetapi bila
ukuran benih tersebut sudah berukuran sudah cukup besar maka pendederan
tidak di perlukan lagi artinya begitu di beli bibit tersebut langsung di
pelihara di kolam pembesaran.
Ikan patin tidak selalu memilih jenis kolam tertentu. ikan ini dapat di
pelihara dan tetap bisa tumbuh dengan baik di berbagai jenis kolam.
Jenis kolam yang bisa di gunakn untuk pembesaran ikan patin yaitu :
  1. Kolam Irigasi
  2. Kolam tadah hujan
  3. Kolam rawa non Pasang surut
1. Kolam Irigasi
Ternak Ikan Patin
Sesuai dengan namanya, kolam irigasi memperoleh air dari jaringan
irigasi. penggunaan kolam irigasi bagi pembesaran ikan patin sangat di
anjurkan karena di dalam kolam ini air tersedia sepanjang waktu dan jauh
dari kekhawatiran kemungkinan kekurangan air.
Dalam pembuatan kolam irigasi penentuan luas kolam lebih leluasa
sehingga kolam bisa di buat menjadi lebih besar. Sebelum di putuskan
untuk membangun kolam jenis tanah juga harus di ketahui karena jenis
tanaj ini akan berpengaruh langsung terhadap tingkat kesuburan air
kolam.
Jenis tanah yang baik selain menjadi sumber hara juga menentukan sifat
fisika dan kimia air kolam. Selain itu tekstur tanah juga harus
diperhatikan untuk tingkat rembesan. Oleh karena itu kolam di buat pada
tanah yang bertekstur liat karena sangat kedap air ( mempunyai tingkat
rembesan yang relatif kecil ).
Sumber air yang masuk kedalam kolam juga harus di ketahui. Sumber air
untuk jaringan irigasi adalah air tanah yang mengalir pada aliran tanah
yang lebih rendah melalui sungai. Selanjutnya, air ini di alirkan lagi
dari sungai melalui aliran-aliran irigasi. dalam perjalananya air
tersebut melewati berbagai jenis tanah. bila melalui tanah yang
mengandung kapur air akan bersifat alkali (basa). Sebaliknya air yang
melalui rawa akan bersifat asam.
Air yang melewati daerah pertanian dan pemukiman banyak mengandung bahan
organik dan subur. sementara air yang melalui daerah industri dan
pertambangan biasanya mengandung zat pencemaran oleh karena itu
faktor-faktor tersebut harus menjadi bahan pertimbangan.
2. Kolam Tadah Hujan
Ternak Ikan Patin
Kolam tadah hujan ini adalah kolam yang hanya mendapat sumber air dari
hujan. Kolam tadah hujan di buat bila di sekitar kita tidak tersedia
sumber air irigasi atau pun sumber air tanah. Jadi sumber air untuk
mengisi air kolam sepenuhnya berasal dari air hujan. karena hanya
mengandalkan air hujan maka curah hujan akan menentukan jumlah atau
volume atau air kolam.
Ikan patin mengharapkan kolam dengan kedalaman tertentu ( 1 – 1,5 meter
), Oleh karena itu bila menggunakan kolam tadah hujan untuk pembesaran
ikan patin maka harus di pastikan terlebih dahulu bahwa air tersedia
cukup untuk ukuran kedalaman kolam tersebut sepanjang masa pemeliharaan.
itulah sebabnya pembangunan kolam tadah hujan tidak dapat di lakukan di
sembarang tempat.
Lokasi yang digunakan harus di teliti secara seksama melalui curah
hujan, penguapan tekstur tanah,  dan konstruksi kolam wilayah yang
mempunyai curah hujan lebih dari 1.500 mm pertahun dapat di gunakan
untuk membangun tadah hujan bagi pembesaran ikan patin  lebih amanya
lagi preode bulan basah di daerah tersebut mencapai 7 – 9 bulan.
sementara penguapan air perhari sekitar 5 mm. ukuran kolam tadah hujan
tidak bisa sebesar kolam irigasi melainkan harus lebih kecil dari itu.


3. Kolam Rawa Non Pasang Surut 
Ternak Ikan Patin
Meskipun tidak populer, pembesaran patin di rawa kususnya di rawa non
pasang surut sudah pernah di coba di kartamulia muara inim sumatra
selatan  hasilnya pertumbuhan ikan patin yang cukup baik terutama pada
kolam rawa pasang surut yang sudah lama di bangun.
Umumnya kolam rawa bersifaf sangat asam (pH rendah, kurang dari 4).
Sifat tanah dan air kolam yang asam sebenarnya tidak cukup baik untuk
pembesaran ikan patin. Namun hal ini dapat di atasi dengan teknik
reklamasi (pericucian). caranya kolam rawa tersebut di aliri air baru
untuk mempercepat proses pelepasan material asam dan selanjutnya di
buang ke perairan ke yang lebih luas.
Upaya lain untuk menaikan pH pada kolam rawa non pasang surut adalah
dengan pengapuran. biasanya efek kapur akan sangat membantu bila
terlebih dahulu kolam di reklamasikan sebelum kolam di kapur. pengapuran
di lakukan pada dasar kolam dan selanjutnya untuk menjaga stabilitas
air dapat di tambahkan kapur dengan dosis yang lebih rendah.


Berikut Adalah Langkah – Langkah Yang Harus Di lakukan Dalam Budidaya Ikan Patin


1. Persiapkan Kolam


Saat mempersiapkan kolan yang akan di jadikan untuk media budidaya
seperti yang sudah di jelaskan di atas kolam harus di keringkan terlebih
dahulu sampai dengan dasar kolam retak-retak sebelum digunakan taburi
pupuk kompos di permukaan dasar kolam dengan tujuan untuk membuat bibit
fitoplankton nantinya. Setelah pupuk di kompos di taburkan taburkan juga
Pupuk kapur dan pupuk urea yang bertujuan untuk menyetabilkan kadar
asam air. Kontruksi kolam bisa di sesuaikan dengan kebutuhan misal 5 M x
10 M dengan kedalaman 2 – 3 M. jika kita tidak mempunyai cukup lahan
kita dapat mumbuat petak kolam lebih kecil yang di sarankan yaitu
kedalam kolam karena ikan patin merupakan ikan yang suka dengan kedalam
air.2. Pengisian Air Pengisian air dapat di lakukan setelah semua syarat di atas terpenuhi.
isi kolam dengan air kira-kira 50 – 100 CM, dengan tujuan untuk memper
mudah ikan patin menjalani aktifitas menghirup oksigen jika air terlalu
dalam maka ikan akan sulit untuk melakukan hal tersebut. Lalu biarkan
kolam dengan posisi air seperti itu hingga 2 minggu lamanya sampai air
berwarna kehijauan. karena di dalam kolam terdapat banyak makanan alami
ketika air sudah berwarna kehijauan.

3. Tebar Benih

Pada saat penebaran benih adahal yang harus di perhatikan. Sebelum benih
ikan di tebarkan ke kolam hal yang kita lakukan adalah :

  • Siapkan Ember/Bak.
  • Masukan Air yang kita ambil dari kolam calon budidaya.
  • Masukan Benih patin kedalam ember tersebut kurang lebih selama 30
    menit dengan tujuan untuk membuat ikan melakukan penyesuaian dengan
    habitatnya nanti supaya tidak stres dan mengakibatkan kematian.

Setelah Itu masukan benih ikan kedalam kolam dengan kepadatan tebar 5
ekor/ 1 M persegi. agar mengalami laju pertumbahan yang cepat.

4. Pemberian Pakan

Ikan Patin tergolong ikan yang rakus makan seberapapu kita kasih makan
maka akan habis tetapi langkah tersebut tidak efektif. frekuesi
pemberian pakan cuku dengan pagi siang dan malam hari dengan jenjang
waktu pagi hari pukul 06.00 WIB siang hari pukul 13.00 WIB dan Malam
Hari pukul 20.00 WIB dengan jumblah 30 % pagi hari, 30 % siang hari, 40 %
malam hari. dengan kandungan gizi protein 25%, karbohidrat 25%, lemak
35%. pakan dapat di berikan berupa pelet ikan dan pakan tambahan pakan
buatan.

5. Perawatan

Ketika Ikan berusia 40 hari kita harus melakukan sleksi/sortir dengan
alat penyortir ikan. kita dapat. membeli dari toko peralatan budidaya
ikan. dengan tujuan untuk membuat ikan sama besarnya dan dalam jangka
waktu yang sama.

6. Panen

Panen ikan patin dapat di lakukan setelah 5 bulan masa budidaya. untuk
mendapat besar ikan sesuai ketentuanpasar kita dapat menyesuaikanya
dengan panjag masa budidaya. dan panen di sarankan untuk dilakukan
pengangkatan semua ikan di dalam kolam dan di pindahkan kedalam kolam
terpal untuk menghindari stres dan kematian.

Ternak Ikan Patin | Admin | 4.5
Leave a Reply