5 Tahapan Cara Beternak Burung Puter

5 Tahapan Cara Beternak Burung Puter – Alhamdulillah sahabat pecinta burung kicau dimana saja berada pada pagi hari ini saya admin hewanternak.com akan memberikan update artikel terbaru dengan judul 5 Tahapan Cara Beternak Burung Puter. Berikut 5 Tahapan Cara Beternak Burung Puter antara lain :

5 Tahapan Cara Beternak Burung Puter

5 Tahapan Cara Beternak Burung Puter

 

1. Perjodohan

Setelah puter remaja siapan berumur 9-12 bulan (dewasa), ketika dicampurkan antara pejantan dan betina maka kadang kala dibutuhkan waktu beberapa minggu bahkan 1 bulan bagi kedua pasangan tersebut untuk memasuki siklus perkembangbiakan jika tidak terjadi suatu masalah. Artinya dalam singkat kata, kedua puter kita sudah berjodoh. Puter jantan akan berusaha menarik perhatian puter betina. Dengan gaya memanggilnya “bekur” dan betina juga seperti itu mengepakkan sayap kecil-kecil. Jika sudah berjodoh, si pejantan akan berusaha membujuk betina ke arah sarang. Hingga terjadi masa kawin dan bertelur.

2. Kandang

Ukuran kandang untuk menangkar / beternak puter relatif kecil. Burung puter tidak biasa hidup koloni untuk berkembangbiak. Maka dari hal itu, lebih baiknya 1 kandang untuk 1 pasang. Ukuran kandang standart 40 cm x 60 x 50 cm sangat relevan untuk digunakan sebagai kandang ternaknya. Sebelum memasukan calon indukan, lebih baik untuk mengenalkan antara pejantan dan betina terlebih dahulu. Dengan memasukan terlebih dahulu betina ke kandang ternak, dan mendekatkan pejantan di luar kandang ternak. Sehingga keduanya saling mengenal, tujuannya diharapkan mereka juga bisa saling cepat jodoh. Pantau pada hari 1 sampai 3 penjodohan dalam kandang, jika kedua indukan saling berkelai harap segera dipisahkan. Ganti pasangan, atau beri jeda waktu lagi untuk saling mengenal.

3. Sarang

Sarang sangat bagus diletakan secara langsung ketika burung dimasukan ke dalam kandang. Jangan sampai terlambat, jika burung sudah berjodoh dalam 3-4 hari biasanya akan bertelor. Jika terlambat, kemungkinan telur tersebut akan berserakan di kandang, sehingga rawan pecah dan gagal menetas. Burung puter memang tidak mempunyai sebuah sarang mandiri yang ditatanya dengan rapi. Kita bisa menyiapakannya dengan membeli sarang buatan atau beli di toko ternak. Kotak sarang bisa dibuat dari jerami, ranting-ranting pohon yang halus dan sejenisnya. Masukan dalam kandang juga, sehingga mereka akan “unjal” membawa ranting tersebut ke sarang. Biasanya hal ini dilakukan burung ketika sudah mendekati masa bertelur.

4. “Mbekur” atau dalam bahasa Inggris nya “coo-ing”

Burung puter pejantan biasanya akan mengeluarkan suara “kuu kruuk, ku krukk” secara berulang-ulang. Dalam istilah biasa disebut mbekur, suaranya agak lama dan berulang-ulang. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian betina. Pada umumnya ada 3 tipe Coo-ing dalam burung puter pejantan :

  • Mbekur Dan Bertengger/Mangkring : Mbekur di tempat dia bertengger dan tetap pada tempatnya, seperti manggung, tapi lebih cepat.
  • Mbekur-mbekur panjang : Disini dia manggung mbekur dengan durasi agak lama, sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Berusaha mendekat dan menarik perhatian betina.
  • Mbekur Ketip : Begitu kami menyebutnya, biasanya pejantan mbekur dengan suara pelan, sambil mengepak sayapnya kecil, bergerak-gerak secara terus menerus. Biasanya hal ini dilakukan di dekat sarang, untuk memanggil dan menarik betina puter ke sarangnya. Artinya bahwa pejantan ingin menunjukan bahwa dia sudah menemukan tempat bersarang yang tepat. “kepakan sayap kecil”

5. Perkawinan

Pejantan dan betina yang sudah jodoh akan melakukan ritual perkawinan. Senggama antara keduanya ditandai dengan naiknya pejantan di atas punggu betina. Setelah proses kawin ini, biasanya pejantan lebih aktif menggiring betina ke tempat bertelur. Dibutuhkan waktu sekitar 2-3 hari untuk produksi telur oleh induk betina.

Burung puter biasanya bertelur sejumlah 2 butir, dan masa inkubasi selama 14 hari. Bisa juga 13-15 hari masa inkubasi telur. Setelah telur menetas biasanya indukan akan meloloh / memberi makan anakan dari hasil makanan yang diolah di tembolok. Meloloh anakannya hingga masa sapih, umur 1 bulan. Anakan / Piyikan burung puter, biasanya pada umur 3 minggu sudah bisa berjalan meninggalkan sarang dan belajar makan sendiri.

6. Ring / Gelang Lahir

Pemberian ring biasanya bisa dilakukan peternak pada anakan usia 7-10 hari. Ring sangat berguna untuk penanda anakan burung puter kita. Seperti di kandang ternak Dian Bird Farm, ring dengan kode nama Dian BF PP dan diikuti angka.

Demikianlah artikel tentang 5 Tahapan Cara Beternak Burung Puter, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin 3x dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya hanya bersama dengan kami di hewanternak.com

5 Tahapan Cara Beternak Burung Puter | Admin | 4.5
Leave a Reply